Senin, 03 November 2025

Konferensi Pers: Literasi Menjadi Kunci Membangun Mahasiswa Kritis Dan Kreatif

 


foto oleh Kelompok 1


Depok Literasi membaca di kalangan mahasiswa menjadi fokus pembahasan dalam konferensi pers yang digelar oleh suatu komunitas literasi dengan pembicara Calista Evanglis dan Anggun Yudia Lestari. Kedua pembicara menyerukan peringatan terkait tantangan literasi yang mereka sebut sebagai pondasi penting bagi kemampuan mahasiswa untuk berpikir kreatif dan aktif, Depok (4/11/2025).

"Jauh sebelum proklamasi, Soekarno-Hatta menyatakan untuk memulai bangsa yang baik dimulai dari membaca, namun Indonesia memiliki tingkat baca yang rendah," tegas Anggun, menggarisbawahi urgensi masalah ini di tengah capaian Angka Melek Huruf Pemuda Indonesia (usia 16-30 tahun) yang sudah sangat tinggi, mencapai 99,79% pada tahun 2023-2024 menurut data BPS.

Data yang disajikan menunjukkan bahwa tantangan literasi membaca di kalangan mahasiswa masih besar. Contohnya, di Universitas Negeri Yogyakarta, mayoritas mahasiswa membaca hanya 5 hingga 15 menit per hari (total 70,6%), menunjukkan durasi membaca yang sangat rendah. Sementara itu, faktor penyebab rendahnya literasi diidentifikasi meliputi mahasiswa membaca hanya karena ada tugas, teknologi digital yang menyebabkan kebiasaan membaca teliti menurun serta kurangnya dukungan lingkungan, suasana, dan fasilitas.

Tantangan ini diwujudkan dalam kasus umum seperti kesulitan memahami materi karena hanya mengandalkan slide presentasi dosen, keterampilan menulis ilmiah yang lemah, serta ketergantungan pada media sosial yang memicu penurunan minat baca pada teks panjang dan rentan terkecoh berita hoax.

Sebagai solusi, Calista dan Anggun menekankan peran kolaboratif antara mahasiswa dan kampus yaitu perlunya membentuk forum diskusi, kelompok baca, atau klub buku yang difasilitasi oleh kampus. Sementara pemerintah harus terus mendorong dan mengembangkan program literasi yang sudah berjalan, seperti Gerakan Indonesia Membaca (GIM) dan Gerakan Nasional Literasi Digital.

"Tantangan dalam literasi membaca masih banyak, seperti rendahnya minat baca dan fasilitas terbatas. Oleh karena itu, semua pihak harus lebih peka dan saling bekerja sama untuk meningkatkan minat baca di kalangan mahasiswa," tutup kedua pembicara.

Dengan berakhirnya konferensi pers tersebut, para pembicara berharap semangat literasi dapat tumbuh kembali di kalangan mahasiswa sebagai langkah awal membangun generasi yang kritis dan kreatif. Upaya kolaboratif antara kampus, pemerintah, dan komunitas literasi diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi peningkatan budaya membaca di Indonesia.


Fauzah Jamilah (Penulis)

Ihda Nur Azmi (Penulis)

Wulan Dian Sari (Editor)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pentingnya Literasi di Kalangan Mahasiswa

Depok, 4 November 202 5 - konferensi pers yang dipaparkan oleh pemateri yaitu Anggun Yudia Lestari dan Calista Evanglis dengan tema Literasi...